Cepat Lambatnya Pembangunan Masjid Terkendala Keputusan Istri Kades

1 0
Read Time:1 Minute, 49 Second

Tbinterpol Rembang Jateng Dedefinisi seorang kepemimpinan diartikan “Pimpin” artinya “bimbing” secara harfiahnya, maka memimpin diartikan sebagai kegiatan menuntun atau membimbing.

Seorang pemimpin adalah mereka yang menggunakan jabatan dan wewenangnya untuk mengarahkan bawahannya untuk mencapai tujuan kelompok bahkan sampai tujuan organisasi.

 

Di dalam menggunakan jabatannya, seorang pemimpin harus tegas dan bijak dalam mengambil keputusan, tidak serta merta karena punya wewenang dan jabatan terus semena mena, apalagi menggugurkan kepentingan orang banyak hanya karena kepentingan pribadi.

 

Dalam memegang amanah kepemimpinan Umar Bin Khattab pernah mengatakan, ” bahwa jabatan adalah ujian dari Allah, maka jadilah pemimpin yang senantiasa bersikap rendah hati, dan tidak gentar atau merasa terhina jika ada masyarakat yang menegur cara kepemimpinannya demi kepentingan bersama”.

CV BALSEPAK AMANAH

 

Tapi hal ini berbeda dengan kepemimpinan H Ghufron Alamat RT 08 RW 02 selaku Kades Desa Lodan Kulon, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang. Saat di temui di kantor desa beberapa waktu lalu, saat di tanyai mengenai tersendatnya pembangunan tempat tempat ibadah di Desa Lodan, H Gufron menjelaskan,” pembangunan tempat ibadah terkendala karena masalah pembiayaan, waktu dulu ada mobil truk tambang yang diperbolehkan lewat jalan desa, dan dimusyawarahkan, masyarakat sepakat dana aliran tambang di pergunakan untuk pembangunan tempat ibadah, dan pemakai jalan harus merawat jalan tersebut, tapi karena mereka mengingkari perjanjian itu, maka dari itu saya tutup “.

 

” Sekarang, tempat ibadah belom jadi, mengapa tidak di buka kembali Pak, siapa tahu ada orang baru dengan perjanjian baru… ”

 

” Tidak, karena saya masih sakit hati diberitakan terus apalagi dengan menyebutkan jumlah nominal dan mengatakan preman “.

 

Dengan sakit hatinya Pak Kades, mengambil keputusan sepihak dengan menutup jalan desa tanpa adanya musayarah dengan waraga, apa itu tidak mengecewakan masyarakat Lodan Kulon Pak,…?

 

” Ya pokoknya karena istri saya masih belom memperbolehkannya, nanti kalau istri saya sudah memperbolehkan, pasti akan saya perbolehkan juga “.

 

Dari sepenggal hasil dialog dengan Kades Lodan Kulon, melahirkan beberapa pertanyaan, Bagaimana bisa seorang pemimpin yang di pilih oleh rakyat, dalam mengambil keputusan untuk sebuah desa, bukan dengan cara musyawarah desa, tapi hanya sepihak yaitu keputusan seorang “ISTRI “.

 

Lalu siapakah sosok ” ISTRI ” dari H Gufron, sebagai Kepala Desa Lodan yang dibuat tak berdaya dalam mengambil keputusan untuk masyarakatnya.

Atau adakah ancaman dari seorang istri untuk Kades Lodan Kulon.

 

Team

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Related posts