PARIAMAN | GEMPUR24 – Pembangunan jalan masyarakat di Jalan Syech Balinduang, Korong Sibarueh, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, kini menjadi sorotan. Pasalnya, proyek pengecoran jalan nan menggunakan anggaran APBD Tahun 2026 tersebut diduga indak sesuai jo spesifikasi teknis dan standar pengerjaan nan alah ditetapkan.
Dari keterangan sumber nan indak bersedia namonyo dipublikasikan, ado dugaan bahwa pengerjaan pengecoran jalan tersebut indak menggunakan batu split atau batu pecah sebagaimana mestinyo dalam konstruksi jalan.
Menurut sumber, penggunaan material nan sesuai standar sangat penting supayo jalan nan dibangun bisa kuat, tahan lamo, dan bisa dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
“Anggaran iko kan dari pitih rakyat, dari pajak nan dibayarkan masyarakat. Jadi, alah sepatutnyo pekerjaan dilakukan sesuai aturan dan spesifikasi. Jan sampai jalan nan baru dibangun indak lamo kemudian lah rusak,” ungkap sumber tersebut.
Sementara itu, berdasarkan hasil pantauan tim investigasi Metro One News di lokasi pekerjaan, terlihat para pekerja menggunakan batu kerikil berukuran ketek dalam proses pengerjaan pengecoran jalan.
Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanyo di tengah masyarakat. Apokah material nan digunakan alah sesuai jo spesifikasi teknis nan tercantum dalam kontrak pekerjaan?
Untuk memastikan dugaan tersebut, tentu diperlukan pemeriksaan teknis dari pihak nan berwenang, termasuk PPK dan konsultan pengawas proyek.
Berdasarkan papan informasi proyek nan terpasang di lokasi, pembangunan jalan tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp123.667.000 (seratus dua puluh tigo juta enam ratus enam puluh tujuh ribu rupiah) nan bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026.
Adapun nomor kontrak pekerjaan tersebut:
010/SPK/PPK.3/FISIK.PSU-PP/KP.PERKIMTAN/IX-2026.
Masyarakat tentu berharap pembangunan jalan iko indak sekadar selesai dikerjakan, tetapi harus menghasilkan kualitas nan baik dan bisa dinikmati masyarakat dalam waktu nan lamo.
Jangan sampai anggaran nan cukup gadang dikucurkan pemerintah, namun hasil pekerjaan diduga indak sesuai jo spesifikasi nan alah ditetapkan.
Untuk itu, pihak PPK, dinas terkait, dan konsultan pengawas diminta turun langsung ka lokasi untuk memeriksa material serta kualitas pengerjaan proyek tersebut.
Pitih rakyat harus dipertanggungjawabkan. Pembangunan jalan harus mengutamakan mutu, bukan sekadar mengejar penyelesaian pekerjaan.
Hingga berita ko diturunkan, Gempur24.com alun memperoleh klarifikasi resmi dari pihak pelaksana maupun dinas terkait. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak nan disebutkan dalam pemberitaan ko.













Users Today : 1508
This Month : 14896
Total Users : 1893341
Views Today : 2160
Total views : 6272884
Who's Online : 10