Panen Telur, Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Lapas Tabanan Semakin Produktif

Tabanan – Panen telur menjadi bagian dari aktivitas produktif Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan, Jumat (11/09). Panen ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang mengarahkan Warga Binaan untuk terlibat dalam aktivitas kerja sekaligus memperoleh pengalaman keterampilan yang dapat dikembangkan.

Peternakan ayam petelur yang dikelola Warga Binaan telah berjalan selama kurang lebih delapan bulan. Dari 127 ekor ayam yang dipelihara, rata-rata 90 butir telur dapat dipanen setiap hari melalui proses perawatan yang dilakukan secara rutin. Hasil panen tersebut kemudian dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku kegiatan tata boga pada program kegiatan kerja, sementara sebagian lainnya dipasarkan kepada petugas Lapas.

Kepala Lapas Tabanan, Basuki Raharjo, menyampaikan bahwa kegiatan peternakan menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan keterampilan Warga Binaan melalui aktivitas yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Pembinaan kemandirian tidak hanya memberikan keterampilan kepada Warga Binaan, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk belajar bekerja, bertanggung jawab, dan menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai guna. Melalui peternakan ayam petelur ini, kami berharap Warga Binaan dapat terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki dan menjadikannya sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Basuki.

Salah seorang Warga Binaan yang terlibat dalam pengelolaan peternakan, Heri, mengaku mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut. “Saya belajar bagaimana merawat ayam petelur dengan baik agar menghasilkan telur yang berkualitas. Dari kegiatan ini saya juga belajar untuk lebih tekun dan bertanggung jawab, karena hasil yang didapat tidak terlepas dari bagaimana kita merawat ayam setiap hari,” ungkapnya.

Melalui pengelolaan peternakan ayam petelur, Warga Binaan tidak hanya memperoleh keterampilan dalam merawat dan menghasilkan produk, tetapi juga belajar menjalani proses kerja secara konsisten dan bertanggung jawab sehingga siap menjalani reintegrasi sosial setelah bebas dari Lapas.

Kontributor: Humas Lapas Tabanan

Related posts