Kemenhub Gelar Rakor Mitra Darat, ASDP Pastikan Kesiapan Sarana dan Prasarana Mudik Lebaran 2024

0 0
Read Time:2 Minute, 55 Second

Lampung.Tb interpol.Com –

 

Jakarta, 6 Maret 2024— Dalam rangka mendukung keamanan, kelancaran dan kenyamanan saat layanan Angkutan Lebaran tahun 2024/1445 H, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama mitra darat melakukan Rapat Kesiapan dan Penanganan Arus Mudik 2024 pada lintas penyeberangan Merak – Bakauheni Rabu (6/3) di Kantor Pusat ASDP.

 

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Hendro Sugiatno mengatakan pentingnya kolaborasi antara ASDP dan seluruh pihak dalam memastikan keselamatan dan kepuasan pemudik selama musim mudik Lebaran. “Angkutan Lebaran tahun lalu, arus mudik berjalan dengan baik dan lancar. Strategi tahun ini kurang lebih sama dengan tahun kemarin, namun tetap akan ada perbaikan dan evaluasi demi kelancaran bersama,” ujarnya.

CV BALSEPAK AMANAH

 

Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi menjelaskan kesiapan ASDP khususnya dari segi perbaikan operasi angkutan Lebaran. “Ada beberapa hal yang diterapkan dalam angleb tahun ini yang berkaitan dengan segmentasi pelayanan pelabuhan H-7 hingga H-1, dimana Pelabuhan Merak (Merak-Bakauheni) melayani pejalan kaki, kendaraan penumpang (golongan IVA, VA, dan VIA), dan truk golongan IVB & VB. Sedangkan untuk Pelabuhan Ciwandan (Ciwandan-Bakauheni) akan melayani kendaraan roda 2, kendaraan truk golongan VIB dan VII tujuan Pelabuhan Bakauheni serta untuk Pelabuhan BBJ (Bojonegara-Muara Pilu) yang ditetapkan untuk melayani truk gol. VIII & IX,” tuturnya.

 

Adapun dari segi sarana pra sarana lainnya yaitu peningkatan kapasitas Dermaga 2 Merak yang semula 3.000 GT menjadi 10.000 GT, hingga penyediaan Travelator pada Access Bridge Menuju Dermaga Reguler Merak.

 

Dirut ASDP menambahkan bahwa khusus untuk kapal operasi di lintas Merak-Bakauheni terdapat 66 armada yang beroperasi yaitu express 6 kapal dan reguler 60 kapal. Sedangkan penyediaan armada di Ciwandan sebanyak 10 kapal dan BBJ sejumlah 5 kapal.

 

“Tidak hanya itu, hal baru yang kita terapkan adalah kita akan menggunakan data trafik yang lebih akurat sehingga pengambilan keputusan dapat dioptimalisasi berdasarkan pada data actual,” tambah Ira.

 

Dalam rapat koordinasi mitra darat juga disampaikan implementasi Radius Batas (Geofencing) Pembelian Tiket di Merak sejauh 4,71 KM dan Bakauheni sejauh 4,24 KM sedangkan untuk Ketapang radius diterapkan sejauh 2,65 KM (batas Terminal Sritanjung) dan Gilimanuk 2 KM (batas Terminal Kargo).

 

Jumlah lintasan yang dipantau secara Nasional selama pelaksanaan Posko Lebaran 2024 sejumlah 8 Lintasan di 9 Cabang (Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk dan Jangkar-Lembar, Padangbai-Lembar, Kayangan-Pototano, Ajibata-Ambarita, Bajoe-Kolaka, Tj. Api-Api-Tj.Kalian, Panajam-Kariangau.

 

ASDP terus mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat membeli tiket secara mandiri minimal H-60 sebelum keberangkatan. Pembelian tiket ferry juga dapat diakses melalui lebih dari 500.000 channel & 8 sales channel (Tiket.com, Alfamart, Indomaret, Alfamidi, BNI46, BRILink, Bank BJB, dan Delima).

 

Rapat Koordinasi bersama Korlantas

 

Kemarin, ASDP juga hadir dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Pengelolaan Arus Lalu Lintas Mudik-Balik Lebaran 2024 Korlantas Polri 2024 dan Penandatanganan SKB pada Selasa (5/3) di Hotel Borobudur Jakarta.

 

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Aan Suhanan mengatakan dalam rangka mengutamakan pengamanan dan pengelolaan arus mudik mengingat proyeksi masyarakat yang hendak mudik meningkat pada periode 2024 ini.

 

“Prediksi pemudik secara nasional akan naik sebanyak 5 s/d 6 persen sebesar 136,7 juta orang dan kendaraan diprediksi mencapai lebih dari 2,1 juta unit,” tuturnya.

 

Menurutnya, sinergi dan kolaborasi antar stakeholder dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan dan kesuksesan Angkutan Lebaran 2024. Untuk itu upaya dalam mengelola trafik di rest area dengan penerapan delaying system atau buffer zone masih terus diterapkan.

 

Direktur Komersial dan Pelayanan ASDP M. Yusuf Hadi menjelaskan berbagai upaya antisipasi antrian kendaraan, termasuk contigency

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Related posts