WNA Jepang Meninggal Saat Diving Di Pantai Amed

0 0
Read Time:2 Minute, 55 Second

Bali.tbinterpol.com |
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan S.I.K., M.H., membenarkan adanya peristiwa meninggalnya WNA asal Jepang meningga dunia saat Diveng (menyelam) di pantai Amed Abang dan sudah di tangani Polres Karangasem, Minggu 2-6-2024.

Korban merupakan WNA asal Jepang an. Abiko Naoki, laki-laki 74 tahun, menginap di Hotel Seamount Amed Abang Karangasem.
Menurut keterangan saksi-saksi yaitu;
1. an.: Tomoko Abiko (ISTRI KORBAN), WNA asal Jepang, perempuan 68 tahun, menginap di Hotel Seamount Amed Abang Karangasem.
2. an. Nakamatsu Jun, WNA asal Jepang, laki-laki 51 tahun, pekerjaan Dive Instrukur di Bintang Dive, alamat tinggal Mertasari Culik.

Menurut keterangan Saksi-Saksi peristiwa tersebut terjadi pada rabu 29 mei 2024 pukul 09.40 Wita, Korban bersama Saksi 1 dan Saksi 2 berangkat dari Bintang Dive Shop menuju ke Pantai melasti untuk Diving (menyelam) sesi pertama. Sekitar pukul 09.55 Wita Korban bersama Saksi 1 dan 2 menyelam di kedalaman kurang lebih 20 meter dengan jarak dari pinggir pantai kurang lebih 70 meter, Korban bersama dengan Saksi 1 dan 2 melaksanakan penyelaman kurang lebih sampai pukul 10.37 Wita, selanjutnya Korban bersama Saksi 1 dan 2 istirahat di Bintang Dive Shop selama 1 jam 51 menit dengan hanya meminum air putih.

Sekitar pukul 12.20 Wita Korban bersama dengan Saksi 1 dan Saksi 2 kembali melakukan penyelaman di Pyramid Divesite dengan menaiki perahu tradisional yang dikemudikan oleh I Wayan Meta. Sekitar pukul 12.29 Wita Korban bersama dengan Saksi 1 dan 2 turun ke laut, pada kedalaman 20 meter dengan jarak 70 meter dari pinggir pantai, selama penyelaman kurang lebih lebih 28 menit Korban memberikan kode kepada Saksi 2 bahwa terdapat masalah pada bagian regulator.
Selanjutnya Saksi 2 mengganti regulator Korban sambil membawa Korban naik ke permukaan laut, namun pada kedalaman 10 meter Korban sudah dalam keadaan pingsan selanjutnya korban dinaikkan ke perahu, sesampai di perahu korban diberikan pertolongan pernapasan namun tidak ada respon dari Korban selanjutnya dibawa ke darat dan diberikan pertolongan lagi namun Korban tetap tidak ada respon, selanjutnya korban dibawa ke Klinik Bali Sehat, setibanya di Klinik korban dalam keadaan tidak sadarkan diri dan dilakukan pemeriksaan oleh Tim Medis dr. Ni Luh Indah Ratna Sukarni, S. Ked (Dokter jaga Klinik Bali Sehat) dan korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.45 Wita.
Berdasarkan pemeriksaan dari Tim Medis dr. Ni Luh Indah Ratna Sukarni, S. Ked (Dokter jaga Klinik Bali Sehat) :
1. Korban tiba dalam keadaan tidak sadarkan diri.
2. Tidak ada denyut nadi.
3. Pupil membesar.
4. Pada saat dilakukan pertolongan pernafasan korban sempat muntah cairan.
5. Terdapat bekas birun pada mayat diduga dekompresi.
6. Tidak ditemukan tanda kekerasan atau luka.

Mendengan laporan dari Bhabinkamtibmas desa setempat, Sat Polairud Polres Karangasem langsung mendatangi, mengamankan dan olah TKP, memeriksa saksi-saksi dan menghubungi pihak Konsulat Jepang.

Dari hasil pemeriksaan Istri Korban yang sekaligus Saksi dari peristiwa tersebut mengikhlaskan kematian Korban dan menganggap peristiwa tersebut murni kecelakaan dan tidak menuntut atau mencurigai pihak manapun terhadap kematian Korban.
Istri Korban menolak dilakukan bedah mayat dalam (Otopsi) dan Istri Korban membuat pernyataan menolak Otopsi.
Atas persetujuan Istri dan keluarga jenasah Korban di rujuk ke RSUD Amlapura dan di titip di kamar jenasah.

KBP Jansen menyimpulkan dari keterangan para Saksi dan Tim Medis yang menangani Korban, peristiwa meninggalnya WNA Jepang an. Abiko Naoki saat Diving di pantai Amed murni kecelakaan, apalagi Korban sangat berpengalaman karena sudah melakukan sebanyak 215 kali penyemalan dan memiliki kualifikasi DEEPDIVE dan Korban juga sudah pernah melakukan penyelaman di daerah amed sebelumnya. Tutupnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Related posts